Jangan terlalu vulgar mengekspos kegiatan pribadi di status, apalagi yg begitu sensitif:
oleh Ustadz Aan Chandra Thalib حفظه الله تعالى
"sebentar lagi mau pergi kajian hadits"
"hafalan hadits umdatul ahkam yang ke 120 kok lupa lagi ya"
"5 menit lagi mau berjama'ah isya' di masjid"
"suara ane tadi pas jadi imam shalat kedengaran ga ya ama makmum akhwat di belakang."
"sedang berada di kajian ustadz fulan. Persis depan beliau."
"Khutbah jum'at di Masjid Nabawi kali ini sngat menyentuh"
"Aduh, tdi pas dimajlisnya syekh fulan gak sempat nyatat, padahal faidahnya banyak"
"Otw mekkah.... "
"Bismillah.. Aku datang memenuhi panggilanmu ya Allah.. Moga slamat sampe Makkah"
"Ini dah masuk thawaf k brapa ya...? Lupa ane."
"Lantai tiga masjidil haram sepi bngett.. Sambil narsis depan ka'bah"
"Lantai 20 menara zam zam. Masyaallah... Sungguh agung ciptaan-Mu ya Allah..."
"Lagi muraja'ah jangan diganggu"
"Botak lgi.. Botak lagi... Padahal umrohnya bru minggu kmaren... Alhamdullah.."
"Alhamdulillah kajian Sohih Bukhori dah nyampe hadits ke 5700 san"
"Ada yang mau bantuin ana murajaah gak..?
"Lagi nunggu adzan Maghrib. Madinah 27/10/2012"
"Alhamdulillah umrohnya lancar"
Harga diri tidak akan meningkat dengan laporan-laporan seperti itu
kepada penduduk dunia maya. Berikan saja mereka faidah yang lebih
bermanfaat.
Kelak, seperti disebutkan hadits, tiga jenis punggawa
islam akan diseret ke neraka: pahlawan ilmu, pahlawan alqur'an dan
pahlawan di medan perang. Kenapa? Ketiganya larut/menikmati riya',
sum'ah dan sejenisnya. Bisa jadi, dengan status di atas, kitalah
pahlawan tersebut yang kelak terseret dalam neraka dengan kobaran
dahsyat apinya.
Ini tidak memvonis, hanya mengajak lebih berhati-hati. Si empunya status ini pun (sedang) menasehati dirinya.
Baarakallahu fiikum..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar